Lagu rohani “Hidup Ini Adalah Kesempatan” ciptaan Pdt. Wilhelmus Latumahina sudah menjadi bagian dari banyak perjalanan rohani umat Kristen Indonesia. Sepenggal bait lagunya yang menyentuh menyadarkan kita akan makna hidup yang sesungguhnya:
Selagi aku masih kuat.
Suatu saat ’ku tak berdaya,
Hidup ini sudah jadi berkat.”
Sayangnya, banyak dari kita justru memberi Tuhan waktu sisa. Kita menyapa-Nya setelah lelah, berdoa hanya jika sempat, melayani hanya jika sedang tidak sibuk, baru terpanggil melayani menunggu anak-anak sudah besar atau nanti kalau sudah pensiun dan tidak banyak kesibukan lagi. Tuhan seringkali hanya mendapat ruang di sela-sela kesibukan bahkan waktu sisa kita.
Namun, pernahkah kita berpikir… Bagaimana jika “sisa” waktu itulah benar-benar sisa terakhir kita?
Tuhan tidak pernah menuntut sesuatu yang tidak ada pada kita. Ia hanya meminta apa yang sudah ada dalam hidup kita untuk dipakai bagi kemuliaan-Nya. Kisah lima roti dan dua ikan menjadi bukti nyata: apa yang sederhana dan terbatas, ketika diserahkan kepada Tuhan, dapat dilipatgandakan dengan ajaib.
Dari tangan seorang anak kecil, roti dan ikan yang tampak tidak cukup bagi ribuan orang, justru menjadi sarana mujizat yang mengenyangkan banyak orang.
Demikianlah hidup kita pun. Ketika kita mempersembahkan apa yang kita miliki termasuk waktu kita, maka Tuhan sanggup menggunakannya melampaui batas kemampuan kita, sehingga nama-Nya dimuliakan dan banyak orang diberkati.
Pemazmur berkata:
“Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan, sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.”
Mazmur 90:10 (TB)
Buka di YouVersion
Hidup ini terkadang tidak selama yang kita kira. Lalu apa artinya hidup, jika tidak diarahkan untuk kekekalan?
Yesus pernah memberi perumpamaan tentang seorang kaya yang panen besar dan berkata:
“Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!”
Tetapi firman Allah kepadanya: “Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?”
Lukas 12:19–20 (TB)
Buka di YouVersion
Orang kaya itu tidak jahat. Ia hanya lupa bahwa hidup ini bukan miliknya. Ia lupa bahwa hidup bukan soal menumpuk, tetapi memberi dan dipakai Tuhan.
Itulah sebabnya lagu “Hidup Ini Adalah Kesempatan” menjadi pengingat yang kuat. Selagi kita masih bisa, selagi Tuhan memberi nafas, jangan beri sisa. Berilah yang terbaik.
Efesus 5:15–16 (TB)
“Perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, jangan seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif. Pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.”
Jika kita hidup dengan kesadaran ini, tidak akan ada penyesalan. Bahkan jika Tuhan memanggil saat kita tidur, saat berolahraga, di atas mimbar, atau saat jatuh di kamar mandi, jiwa kita telah siap, karena hidup kita telah menjadi berkat.
Buka di YouVersion
Jangan beri Tuhan waktu sisa. Berilah yang terbaik untuk Tuhan, hari ini juga.
Amin✝️


