Skip to content
VeniSancteSpiritus  Blog Kristosentris VeniSancteSpiritus Blog Kristosentris

Ex • De • Pro Christo

  • Beranda
  • Apa Yang Baru?
  • Daftar Isi Semua Artikel
  • Renungan
  • Teologi
  • Apologetika
    • Seri Apologetika
  • Tokoh-Tokoh Alkitab
  • Kesaksian Hidup
  • Lagu Rohani
  • Inspirasi Bergambar
  • Tentang Penulis
  • Teologi Penulis
  • Kontak
VeniSancteSpiritus  Blog Kristosentris
VeniSancteSpiritus Blog Kristosentris

Ex • De • Pro Christo

Dari Aku Mau Menjadi: Apa yang Engkau Mau Aku Lakukan?

July 14, 2025January 25, 2026

Di awal perjalanan iman, kita mungkin semangat berkata,
“Aku mau melakukan sesuatu untuk Tuhan!”
Itu terdengar mulia dan tulus. Tapi seiring waktu, kita mulai bertanya dalam hati:
“Tapi… ini kehendak Tuhan atau hanya ideku sendiri?”

Perubahan ini pelan tapi nyata. Dari semangat yang menggebu, menjadi kerinduan untuk benar-benar berjalan dalam kehendak Tuhan.

“Tuhan,
apa yang Engkau mau aku lakukan?”


1. Ketika Niat Baik Datang dari Diri Sendiri

Banyak hal rohani dimulai dari niat baik. Kita ingin berguna, ingin menyenangkan Tuhan, bahkan ingin menjadi berkat. Tapi kadang, yang kita lakukan lebih berdasarkan logika dan semangat pribadi, bukan hasil dari mendengarkan Tuhan lebih dulu.

Dan ketika hasilnya tidak sesuai harapan, kita mulai merasa:

  1. Lelah
  2. Bingung karena jalan terasa berat
  3. Bahkan kecewa karena merasa Tuhan tidak memberkati

Padahal sering kali kita bergerak dulu, baru bertanya belakangan.

Amsal 3:5–6 (TB)
“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri; dalam segala lakumu, akuilah Dia, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”

2. Belajar Bertanya Lebih Dulu

Perubahan rohani terjadi ketika kita mulai bertanya,
“Tuhan, apa yang Engkau mau aku lakukan?”

Pertanyaan ini bukan dari kebingungan, tapi dari kerendahan hati. Kita mulai belajar mendengar, bukan hanya bergerak. Kita tidak ingin lagi sekadar aktif, tapi ingin tepat.

Mazmur 37:5 (TB)
“Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, maka Ia akan bertindak.”

Hasilnya? Ada damai meskipun jalannya tidak mudah.
Ada kekuatan yang terasa bukan dari diri sendiri.
Dan yang paling penting: ada kesadaran bahwa kita sedang mengikuti, bukan memimpin.


3. Daud dan Maria: Dua Teladan yang Membuka Mata

1️⃣ Daud adalah contoh yang luar biasa. Meskipun dia seorang prajurit dan raja, ia tidak mengandalkan pengalaman.
Dalam 2 Samuel 5, sebelum berperang, ia bertanya,
“Haruskah aku menyerang mereka?”
Dan Tuhan memberi jawaban yang berbeda di tiap pertempuran.

Artinya, ketaatan bukan soal kebiasaan, tetapi kepekaan.

2️⃣ Maria dan Marta (Lukas 10:38–42) juga menunjukkan kontras yang indah.
Marta sibuk melayani, Maria duduk mendengarkan Yesus .
Yesus berkata bahwa Maria telah memilih bagian terbaik.

Terkadang, yang Tuhan cari bukan aktivitas kita, tapi perhatian kita.


4. Saat Hal Sehari-Hari Menjadi Tempat Tuhan Bicara

Tuhan tidak selalu berbicara lewat momen besar. Kadang suara-Nya hadir di tengah:

  1. Pagi yang sunyi
  2. Ayat yang tiba-tiba terasa “berbicara”
  3. Percakapan dengan orang lain
  4. Perasaan damai atau gelisah yang tidak bisa dijelaskan

Saat-saat itu bisa jadi undangan Tuhan untuk berkata:
“Dengarlah… Aku mau bicara.”


5. Penutup: Tuhan Ingin Hati yang Mau Mendengar

Tuhan tidak sedang menunggu siapa yang paling sibuk.
Ia sedang mencari hati yang bertanya dengan tulus:

“Tuhan, apa yang Kau ingin aku lakukan hari ini?”

Yesaya 55:8 (TB)

“Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu,
dan jalanmu bukanlah jalan-Ku,
demikianlah firman TUHAN.”


Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Sebelum mulai apa pun hari ini, duduk sebentar.
▪️Tarik napas.
▪️Lalu ucapkan dalam hati:

“Tuhan, aku ingin mendengarkan. Kalau Engkau mau bicara… aku siap.”

Jangan takut kalau belum dapat jawaban besar. Tuhan bekerja lewat langkah kecil yang setia.
Dan dari situlah kita akan menemukan bahwa jalan-Nya… jauh lebih indah dari rencanamu sendiri.

Bapa, apa yang Engkau Mau untuk Aku Lakukan?

Renungan

Post navigation

Previous post
Next post

  • Bertolak ke Tempat yang Lebih Dalam
  • Bukan Upah Melainkan Karunia
  • Mefiboset: Ketika Hidup Tidak Sempurna
  • Firman, Kebenaran, dan Keselamatan (Bagian 1 dari 3)
  • Membela Iman dengan Akal Sehat, Bukan Emosi

©2026 VeniSancteSpiritus Blog Kristosentris | WordPress Theme by SuperbThemes